Damaskus-Siapa pun yang melihat foto di atas dan membaca berita soal Marwan (4), bocah kecil asal Suriah yang melintasi gurun pasir untuk mencari keluarganya, pasti merasa iba dan terketuk hatinya.

Kisah Marwan dan fotonya yang mengharukan saat ditemukan petugas UNHCR di gurun pasir dekat Jordania ternyata tidak sepenuhnya benar. Memang benar Marwan kehilangan keluarganya sehingga dia kini sendirian alias sebatang kara. Namun, kabar Marwan melintasi gurun sendirian ternyata tak sepenuhnya benar.

Foto Marwan yang ditemukan terpisah dengan keluarganya di perbatasan Hagallat, Jordania, itu diambil oleh Andrew Harper, kepala UNHCR di Jordania.

Andrew kemudian mengunggah foto itu ke Twitter yang lalu dengan cepat menyebar ke berbagai media sosial hingga akhirnya dimuat berbagai media massa.

Namun Harper mengatakan, kondisi menyentuh hati seperti itu adalah hal biasa di tengah kekacauan di pintu perbatasan saat para pengungsi melintas.

Saat pintu perbatasan dibuka sebagian besar pengungsi, biasanya dilintasi didominasi para ibu yang membawa beberapa anak dan sejumlah barang yang mereka bawa dari Suriah.

"Saat pintu dibuka, maka para pengungsi yang sudah putus asa itu berebutan melintasi perbatasan. Setiap hari ada anak yang terpisah dari keluarganya," kata Harper.

Biasanya, staf UNHCR yang bertugas kemudian melakukan pencarian anak-anak yang hilang itu dan biasanya dalam waktu singkat mereka bisa ditemukan.

"Setelah ditemukan, Marwan kemudian sudah dipertemukan lagi dengan keluarganya hanya 10 menit setelah foto itu diambil," ujar Harper.

UNHCR/BBC Dalam foto lain yang juga dirilis UNHCR ini, dapat dilihat dalam inset bahwa Marwan hanya terpisah dari keluarganya dan tidak benar-benar berjalan seorang diri melintasi gurun. Marwan sudah bertemu kembali dengan keluarganya sekitar 10 menit setelah foto ini diambil.
Pada Selasa (18/2/2014), Harper kembali mengunggah foto lain ke Twitter yang menampilkan Marwan berada di belakang sebuah rombongan pengungsi saat dia ditemukan petugas UNHCR.

"Dia memang terpisah, tapi tidak sendirian," kata Harper.

Melintasi perbatasan adalah saat-saat menegangkan bagi para pengungsi terutama anak-anak dan keluarganya. Sebab, setelah mengalami trauma di negeri asalnya, mereka harus menghadapi ketidakpastian di negeri asing.

"Sebagian besar pengungsi yang melintasi Hagallat, datang dari Homs dan Al-Quaryatayn. Marwan nampaknya juga berasal dari sana," tambah Harper.

Dia hanyalah satu dan sekitar 1.000 orang pengungsi Suriah yang memasuki Jordania hari itu. Kini terdapat 600.000 pengungsi Suriah yang terdaftar UNHCR di Jordania. Secara total terdapat 2,4 juta orang pengungsi Suriah di negeri-negeri tetangga seperti Lebanon, Turki, Jordania, dan Irak.
Sumber: kompas dot com

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...