TICINO (Muslimahzone.com) - Otoritas wilayah Ticino, Swiss, telah melakukan pemungutan suara untuk melarang pemakaian niqab atau cadar, mengikuti langkah Belgia dan Perancis yang terlebih dahulu menerapkan larangan tersebut.

Di distrik yang penduduknya berbahasa Italia itu, hampir dua pertiga pemilih mendukung RUU anti-cadar yang diajukan oleh pengkampanya Giorgio Ghiringhelli.

Tetapi keputusan ini masih membutuhkan pengesahan pemerintah pusat.

Merasa menang atas kampenynya, Ghiringhelli memuji hasil pemungtan suara ini, menekankan bahwa hal ini adalah pesan untuk orang-orang “Islam fundamental.”

Dalam sebuah pernyataan di ilguastafeste.ch, dengan arogan Ghiringhelli mengatakan,”Siapa yang ingin berintegrasi dipersilahkan terlepas dari agama mereka.”

“Tetapi siapa yang menolak nilai-nilai kami dan bertujuan untuk membangun sebuah masyarakat paralel berdasarkan hukum agama, dan ingin untuk menempatkannya di masyarakat kami, tidaklah diterima,” tambahnya.

Ini adalah upaya kedua untuk melarang pemakaian cadar di negara tersebut.

Upaya pertama untuk melarang penutup wajah, yang biasa dikenakan oleh wanita Muslim, di tempat umum telah ditolak oleh parlemen Swiss pada 2012.

Bagi komunitas Muslim setempat, upaya pelarangan cadar ini adalah bentuk lain dari Islamofobia.

“Ini merupakan ekspresi keras lainnya dari Islamofobia sosial,” kata Dewan Pusat Keislaman Swiss dalam sebuah pernyataan yang dikutip Russia Today pada Senin (23/9/2013) dan dilansir OnIslam.

Sumber

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...