Jakarta, Tak hanya menghancurkan masa depan generasi muda, tak jarang narkoba merenggut nyawa pemakainya. Di Inggris, baru-baru ini seorang pemakai heroin dikabarkan meninggal. Bukan karena overdosis, tapi karena terinfeksi antraks yang tercampur narkoba.
Pria berusia paruh baya ini ditemukan tak bernyawa di Glasgow ini dengan darah yang terkontaminasi heroin. Dalam heroinnya ternyata ditemukan bakteri antraks yang diduga bertanggung jawab atas kematiannya.

"Ini adalah kasus yang terisolasi di Glasgow dan telah ada kasus sporadis lainnya di Inggris dan Eropa dalam beberapa bulan terakhir," kata konsultan Kesehatan Masyarakat, dr Syed Ahmed seperti dilansir Daily Mail, Jumat (15/3/2013).

Kasus ini bukanlah kali pertama. Badan Perlindungan Kesehatan Inggris atau Health Protection Agency mengkonfirmasi ada kasus korban jiwa akibat penggunaan heroin yang terinfeksi antraks di Suffolk pada bulan Desember tahun 2012 lalu.

Seorang korban bernama Claire Skelton (42 tahun) asal dari Rochester meninggal di Rumah Sakit King College, London karena terinfeksi antraks yang berasal dari penggunaan narkoba suntik.

"Kami bekerjasama dengan layanan lain dan rekan-rekan untuk waspada terhadap setiap kemungkinan kasus lainnya, terutama di antara pengguna narkoba suntik," imbuh dr Ahmed.

Penyakit antraks disebabkan oleh infeksi bakteri dan paling sering menyerang mamalia herbivora. Beberapa hewan lain dan spesies burung juga dapat terinfeksi bakteri mematikan ini. Pengguna narkoba tertular bakteri ketika menggunakan obat yang terkontaminasi spora antraks.

Spora ini sangat jarang menyebar dari orang ke orang lain dan tidak dapat ditularkan lewat udara. Gejalanya berupa gatal-gatal, jerawat yang berubah menjadi bengkak dan meluas. Jika tidak diobati, infeksi dapat menyebar dan menyebabkan keracunan darah. Butuh waktu seminggu dari mulai terinfeksi hingga memunculkan gejala.
Sumber

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...