Jakarta - Di ranah seluler, penipuan yang marak adalah memanfaatkan SMS pemenang undian palsu. Sementara di ranah internet, aksi tipu-tipu yang paling sering dilakukan di Indonesia adalah penipuan yang memanfaatkan toko online palsu.

Modusnya sederhana, mengelabui korban dengan iming-iming gadget super murah -- mulai dari BlackBerry, iPhone, iPad, kamera ataupun notebook.

Kalau di akhir tahun 2012, penipuan yang paling marak adalah yang menggunakan tema barang elektronik murah Batam. Di tahun 2013, nama Batam masih digunakan walaupun tidak setinggi tahun lalu dan mulai ada online shop fiktif yang menggunakan nama lain seperti Pusat Selular Roxy Mas sebagai alamat toko fiktif tersebut.

Selain itu, banyak online shop yang berusaha meyakinkan korban dengan memberikan bukti palsu dan tidak cukup dengan memberikan rayuan harga miring. Tampilan situs yang meyakinkan, testimoni palsu bahwa barang dikirimkan sampai lengkap dengan akun Facebook plus menampilkan dokumen perusahaan (TDP) yang sudah diedit secara digital.

Hebatnya lagi, menurut pantauan Vaksincom, aksi ini juga muncul di salah satu forum online terbesar di Indonesia, Kaskus. Sebenarnya komunitas agan-agan Kaskus dapat dikatakan cukup fasih di dunia internet.

Komunitas Kaskus pula yang mengeluarkan mata uang Kaspay dan sistem wasit dimana pembeli tidak mengirimkan langsung uangnya kepada penjual dan sebaliknya. Penjual juga tidak langsung mengirimkan barang ke pembeli, tetapi pembeli mengirimkan uang ke rekber (rekening bersama) milik pihak ketiga (wasit) yang telah 'disertifikasi' dan terpercaya.

Namun celakanya sistem ini juga diincar oleh penipu yang memanfaatkan celah anonimitas di internet dan berpura-pura menjadi pihak ketiga/wasit.

Selain itu, ada satu link penipuan yang diletakkan di forum pada situs resmi tabloid selular yang menawarkan gadget dengan harga miring dan dapat dipastikan merupakan toko online abal-abal.

Karena itu, Vaksincom menyarankan Anda untuk selalu berhati-hati. Bukan untuk menghindari transaksi online. Namun selalu mengutamakan akal sehat dan jangan mudah terkecoh oleh tawaran menggiurkan.

TDP Aspal & Testimoni Aba-abal

Pada umumnya, para penipu toko online fiktif ini akan mengandalkan beberapa trik yang pada dasarnya ingin menunjukkan kredibilitas mereka agar si calon korban tergiur menjadi korban. Adapun beberapa trik yang umum dilakukan adalah:

1. Mengandalkan harga murah yang menggiurkan untuk memancing minat calon korbannya.
2. Menggunakan nama situs yang bonafid dan mendompleng nama-nama toko yang ada di dunia nyata dan sudah terkenal seperti Batam, Batavia, Anugerah, LuckyPalza (plesetan dari Lucky Plaza, pusat perbelanjaan terkenal di Singapura). Beberapa toko online fiktif bahkan mulai memberikan alamat palsu di Roxy Mas (lihat gambar 1).



Gambar 1: Online shop palsu yang mulai menampilkan alamat tokonya seakan-akan berada di Roxy Mas.

3. Desain situs yang cukup menarik lengkap dengan foto-foto dan katalog produk yang lengkap dan detail. Memiliki Yahoo Messenger contact, Facebook page dan Twitter (lihat gambar 2).



Gambar 2: Akun Yahoo, Facebook dan Twitter juga dibuat untuk mendukung aktivitas kriminal ini.

4. Adanya testimoni palsu seakan-akan banyak sekali pelanggan yang puas atas layanan dan kecepatan layanan. Tidak lupa pujian dan rekomendasi diberikan pada testimoni-testimoni palsu tersebut.

Yang cukup menarik, testimoni palsu ini pada umumnya dihubungkan dengan akun Facebook dari pemberi testimoni yang unik.



Gambar 3: Testimoni palsu yang jika diklik akan menghubungkan dengan akun Facebook yang unik.

5. Logo-logo Tiki JNE dan Kantor Pos yang lengkap dengan nomor telepon Tiki JNE dan Pos Indonesia disertai dengan logo-logo bank besar seperti BCA, BNI, Mandiri dan BRI.

Namun tidak pernah menampilkan nomor rekening dan nama pemilik rekening pada situs dan hanya melampirkan nomor telepon seluler yang perlu dihubungi untuk mendapatkan nomor rekening penipu (lihat gambar 4).



Gambar 4: Logo-logo Tiki JNE, Kantor Pos dan bank-bank besar namun tidak pernah menunjukkan akun bank dan hanya menampilkan nomor telepon yang perlu dihubungi jika ingin mengetahui nomor akun bank.

Bahkan ada beberapa situs yang berani menunjukkan TDP (Tanda Daftar Perusahaan) yang jika diteliti sebenarnya TDP tersebut palsu karena telah diubah secara digital (lihat gambar 5)



Gambar 5: TDP palsu yang ikut ditampilkan untuk melengkapi aksi penipuan.

Sebagai gambaran, jika Anda teliti gambar 5 di atas, stempel TDP tersebut milik Pemerintah Kota Jakarta. Namun TDP dikeluarkan di Denpasar, Bali oleh Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Perdagangan kota Batam.

Agan-agan Kaskus Jadi Incaran

Ada gula ada semut, begitu kata pepatah. Kaskus adalah salah satu forum online terbesar di Indonesia dengan pengakses member agan-agan yang pada umumnya memiliki jam terbang cukup tinggi di internet dan cukup fasih dengan aksi penipuan.

Forum ini juga dikawal oleh moderator yang cukup tanggap terhadap praktek penipuan dan sigap melakukan penonaktifan rekening bagi yang melanggar. Komunitas Kaskus juga yang mempopulerkan transaksi jual beli dengan melibatkan pihak ketiga dengan rekber.

Dimana karena pembeli dan penjual sama-sama tidak saling mengenal, guna menghindari kerugian baik dari pembeli maupun penjual, maka setiap kali transaksi pembayaran ditransfer dahulu ke rekning pihak ketiga dan pihak ini yang akan memantau transaksi serta melindungi pembeli dan penjual dari tindakan penipuan.

Namun hal ini pun masih tetap tidak mampu melindungi para membernya, khususnya yang masih awam (newbie) dari aktivitas penipuan. Pasalnya, penipu yang diblokir langsung membuat akun lainnya dan melakukan aksi tipu-tipunya lagi setiap kali diusir.

Pada umumnya aktivitas penipuan dilakukan dengan mewajibkan pembeli mengirimkan uang muka/DP terlebih dahulu dan menghindari penggunaan rekber. Adapun salah satu thread yang digunakan oleh penipu dapat dilihat pada gambar 6 di bawah ini:



Gambar 6: Posting di Kaskus yang dimanfaatkan oleh penipu untuk menjaring calon korbannya.

Menurut pantauan Vaksincom, sebenarnya admin Kaskus sudah mencium aksi penipuan yang dilakukan oleh member dengan nama 'rasidapandi' yang dalam waktu kurang dari 1 minggu melakukan 80 posting di forum jual beli dengan menggunakan informasi online palsu.

Namun rupanya penipu tidak mau kalah, setelah akun 'rasidapandi' ditutup, ia membuat belasan akun Kaskus baru dengan nama sebagai berikut:


amantolukcu, http://www.kaskus.co.id/profile/5192498
rasmiatijualiy, http://www.kaskus.co.id/profile/viewallposts/4942061
suriantoruslang, http://www.kaskus.co.id/profile/viewallposts/4952234
rasidaulana, http://www.kaskus.co.id/profile/viewallposts/4954448 (sudah di ban)
lammangsaid, http://www.kaskus.co.id/profile/viewallposts/4961199 (sudah di ban)
lailasusanti465, http://www.kaskus.co.id/profile/viewallposts/4947049
yulianariska198, http://www.kaskus.co.id/profile/viewallposts/4949077
kaharudingnisar , http://www.kaskus.co.id/profile/viewallposts/4953859 (sudah di ban)
karyitanengsi, http://www.kaskus.co.id/profile/viewallposts/4946884
junaidirisma, http://www.kaskus.co.id/profile/viewallposts/4966617
ramlisanticahyo, http://www.kaskus.co.id/profile/viewallposts/4941900
ramlicuarsita, http://www.kaskus.co.id/profile/viewallposts/4942663
gunawancell271, http://www.kaskus.co.id/profile/viewallposts/5341669
sukardibunyamin, http://www.kaskus.co.id/profile/viewallposts/4949459


Ia mulai melakukan kegiatan posting menawarkan berbagai gadget dari Blackberry, iPhone, Sony Experia, Smartfren Andromax, Samsung Galaxy, Notebook (Dell, Acer Lenovo), Korg dan Yahama (Sythesizer) sampai Kamera SLR Nikon dan Canon dengan harga miring sampai dengan hari ini (lihat gambar 7).



Gambar 7: Kegiatan posting jual beli yang dilakukan oleh akun penipu di Kaskus dan aktif sampai bulan April 2013.

Bukan salah administrator Kaskus atas banyaknya aktivitas penipuan ini. Seperti Vaksincom utarakan di atas, Kaskus sudah memberikan solusi untuk menekan tingkat penipuan dengan mempopulerkan sistem Rekber guna mengamankan pembeli dan penjual dari aktivitas penipu.

Selain itu, admin juga aktif berpatroli melakukan penutupan terhadap akun-akun yang melakukan kegiatan penipuan. Namun karena besarnya jumlah anggota dan populernya Kaskus sebagai salah satu forum online menjadikan Kaskuser yang lugu jadi incaran penipuan dengan iming-iming barang elektronik super murah.

Karena itu kita sebagai konsumen (atau penjual sekalipun) harus selalu waspada dalam melakukan transaksi online, tidak perlu curiga berlebihan misalnya jadi ketakutan belanja online.

Yang penting, gunakan akal sehat anda dan jangan pernah melakukan transfer dana terlebih dahulu ke rekening penjual atau siapapun yang tidak Anda kenal, apapun alasannya.

Kalau ragu-ragu gunakan jasa pihak ketiga (rekber) yang terpercaya. Atau lakukan Cash and Carry. Jangan sampai menjadi korban pepatah lain, 'Harapkan gadget murah dari langit, DP di tangan melayang'.


*) Penulis, Alfons Tanujaya adalah seorang praktisi antivirus dan keamanan internet. Ia bisa dihubungi melalui email info@vaksin.com.

Sumber

Label:
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...