Seorang gadis muda penderita kanker memerlukan dana besar untuk menjalani operasi. Dalam waktu 3 minggu, dia berhasil mengumpulkan sumbangan sebesar 35.000 poundsterling atau sekitar Rp 537 juta. Nahas, dia meninggal 2 minggu sebelum menjalani operasi.

Gadis malang bernama Laura Baxter (27 tahun) ini 2 tahun lalu didiagnosis mengidap pseudomyxoma peritonei (PMP) atau kanker usus buntu langka yang hanya menyerang 1 dari 2 juta orang. Gadis asal St Ives, Cambridgeshire ini sudah menjalani operasi pengangkatan kanker pada bulan Juni 2012 lalu. Pada bulan Agustus berikutnya, ternyata sel kanker tumbuh lagi.

Laura telah menjalani berbagai macam pengobatan, namun 2 rumah sakit di Inggris yang paling maju di bidang penanganan PMP mengatakan bahwa kankernya sudah terlalu parah. Seorang dokter bernama Wim Ceelen dari Ghent University Hospital di Belgia bersedia melaksanakan operasi dengan biaya 25.000 poundsterling atau sekitar Rp 383,8 juta.

Pihak keluarga dan teman-teman Laura pun mulai melakukan penggalangan dana. Dalam waktu 10 hari sudah terkumpul dana 25.000 poundsterling atau sekitar Rp 383,8 juta. Dalam waktu beberapa minggu, jumlahnya bertambah menjadi 35.000 poundsterling atau sekitar Rp 537 juta.

Harian Daily Mail di Inggris sempat memuat kisah mengenai Laura yang membutuhkan biaya operasi 3 minggu lalu. Ketika itu, dokter mendiagnosisnya masih memilki waktu sekitar 6-8 bulan lagi untuk bertahan hidup.

"Menakjubkan melihat ada begitu banyak orang baik hati yang benar-benar peduli dengan kehidupan orang lain dan begitu tanpa pamrih. Saya bingung mau berkata-kata. Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang," demikian kata Laura mengomentari jumlah uang hasil penggalangan dana sebelum kematiannya seperti dikutip dari Daily Mail, Sabtu (24/11/2012).

Pada tanggal 28 Oktober lalu, kondisi Laura memburuk akibat infeksi dan dibawa ke Rumah Sakit Addenbrooke, Cambridge. Kondisinya mulai memburuk dengan cepat dan ia meninggal pada 10 November 2012. Sang ibu, Jacky Baxter dan kekasih yang akan menikahinya, Wayne Cooper, berada di sisi Laura saat gadis itu meregang nyawa.

"Laura mengatakan bahwa ia siap untuk pulang dan direncanakan akan akan keluar hari Senin. Tapi kondisinya mulai memburuk pada hari Rabu. Ini terjadi begitu cepat, kami shock. Pada hari Jumat dia menutup mata kecilnya dan hanya tertidur," kata Jacky Baxter.

Dana yang terkumpul untuk pengobatan Laura rencananya akan diberikan untuk mendanai penelitian PMP dan sebagian lagi diserahkan ke Rumah Sakit Addenbrooke. Keluarga Laura berharap dana tersebut digunakan untuk membeli peralatan medis baru, menggantikan peralatan lama yang kini digunakan perawat.


(pah/vit)
Sumber

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...