Bayi kembar biasanya memiliki plasenta masing-masing, tapi bayi kembar Oliver dan Finley memiliki satu plasenta yang disebut twin-to-twin transfusion syndrome. Beruntung bayi kembar ini bisa selamat berkat operasi bedah laser.


Kondisi twin-to-twin transfusion syndrome menyebabkan bayi kembar berbagi plasenta yang sama. Hal ini menyebabkan aliran darah tidak seimbang antara bayi yang satu dengan yang lainnya, dan bisa membahayakan keselamatan bayi kembar ini.

Amanda Wroe sebelumnya pernah mengalami keguguran, karenanya ketika ia diberitahu hamil lagi dengan bayi kembar, maka ia pun merasa sangat gembira. Namun kegembiraan ini tak berlangsung lama, karena dokter memberitahu bahwa bayi yang dikandungnya memiliki kondisi langka yang bisa menyebabkan kematian sewaktu-waktu.

Saat melakukan pemeriksaan USG pada usia kehamilan 22 minggu dokter menyadari adanya masalah. Bayi-bayi ini berbagi pembuluh darah melalui plasenta tunggal dan mengembangkan kondisi yang dapat berpotensi fatal.

"Ketika dokter menyampaikan kabar ini saya menangis. Kami diberitahu ada kemungkinan 33 persen kehilangan kedua bayi kembar ini, 33 persen kehilangan salah satu dan 33 persen berhasil menyelamatkan keduanya," ujar Amanda yang tinggal di Lanchashire, seperti dikutip dari Dailymail, Sabtu (27/10/2012).

Amanda (33 tahun) dan sang suami Andrew (32 tahun) tentu merasa terpukul dengan berita yang diterimanya tersebut. Dokter pun memberikan saran untuk dilakukan operasi, meski ada kemungkinan salah satu atau kedua bayi tersebut bisa saja meninggal.

Pasangan ini akhirnya memutuskan untuk menerima saran dari dokter yaitu melakukan bedah laser agar dapat membagi suplai darah dengan rata. Selama operasi yang dilakukan bulan Juli lalu, kamera dan serat laser optik dimasukkan melalui endoskopi kecil ke dalam rahim Amanda.

Laser yang digunakan berguna untuk menutup beberapa pembuluh darah agar memastikan setiap bayi kembar ini menerima pasokan darah yang kurang lebih sama. Selain itu juga dilakukan amnioreduction untuk mengurangi cairan ketuban yang berlebih.

Beruntung operasi bedah laser pun berjalan dengan lancar, meski harus terus dipantau. Hingga akhirnya kedua bayi kembar ini lahir secara prematur melalui operasi caesar pada bulan lalu.

"Setelah pengobatan, si kembar ini dipantau secara hati-hati. Karenanya ketika mereka berdua lahir dengan selamat kami sangat gembira. Mendengar mereka menangis ketika lahir itu sangat indah," tuturnya.

Bayi kembar ini lahir pada 9 September 2012 di Liverpool Women’s Hospital. Ketika dilahirkan Oliver memiliki berat 1,63 kg sedangkan Finley memiliki berat 1,61 kg. Setelah dirawat selama 12 hari, kedua bayi kembar ini sudah diizinkan pulang.

"Kami merasa benar-benar diberkati bahwa mereka berdua bisa lahir dengan baik dan aman. Kami sangat ingin berterimakasih dengan petugas medis, tanpa keahlian, mungkin anak-anak ini tidak akan berada di sini," ujar Amanda.

Sumber

Label:
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...