Entah sayang sama anak atau tidak mengerti berkendara dengan baik dan benar memang beda tipis. Realitanya kita sering melihat banyak pengendara nekad, memilih menggendong balita mereka dengan menggunakan satu tangan sambil mengendari sepeda motor.

Hal ini pun menjadi kecaman keras untuk Organisasi Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI).

“Kita sering menemui pengendara motor itu menggendong balita mereka, dengan satu tangan sambil mengendarai sepeda motor. Saya tidak mengerti itu, itu gak punya otak!,” kata Perwakilan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Darmaningtyas.

Menurut dia, hal itu sangat membahayakan pengendara dan sang balita yang tidak mengerti apa-apa. “Bagaimana tidak, tanpa diikat (diberi perlindungan), pengendara itu dengan yakin mengendari sepeda motor. Meski itu dalam jarak dekat, tetap saja berbahaya,” ujarnya.

Darmaningtyas pun menambahkan hal inilah yang memuat penting kurikulum tentang keselamatan berkendara. “Ini pentingnya sebuah kurikulum tentang keselamatan yang telah terintegrasi,” lugasnya.

Hal yang Perlu Diperhatikan untuk Atasi Kecelakaan Anak di Usia Muda

Meningginya tingkat kecelakaan ditanah air menjadi tanggung jawab moril semua elemen masyarakat. Terutama orang tua yang harus terus menjaga buah hati mereka. Namun bukan berarti tikat kecelakaan tidak bisa ditekan.

“Ada 3 kompeten yang berperan untuk mengurangi tingkat kecelakaan. Terutama kecelakaan pada usia belia. Diantaranya Pemerintah, pemerintah bisa menciptakan peraturan-peraturan yang bisa menekan kecelakaan," kata perwakilan World Health Organization (WHO), Yogaditha Gde.

"Selain itu bisa memperbanyak rambu-rambu untuk seperti kecepatan berkendara di daerah yang banyak anak sekolahnya. Kedua, Company dan ketiga masyarakat,” tambah Yoga.

Yoga pun memberikan 3 hal yang harus diperhatikan untuk bisa menekan tingkat kecelakaan pada anak-anak diusia belia.

1. Kenalkan keselamatan dijalan sejak dini

Hal ini menjadi sangat penting untuk semua elemen masyarakat untuk memperkenalkan pengetahuan tentang keselamatan dijalan.

Di kota-kota besar banyak anak-anak memilih menggunakan sepeda untuk pergi beraktifitas, sehingga sangatdiperlukan pengetahuan yang lebih tentang keselamatan dijalanan. Seperti bisa memperkenalkan rambu-rambu, kecepatan yang harus ditempuh.

Dan untuk anak-anak didaerah, biasanya lebih dibebaskan mengendarai motor.Tentu hal ini sangat berbahaya, sehingga jangan lah memberikan ijin kepada anak-anak yang belum cukup usia untuk mengendarai kendaraan sendiri.

2. Peran Orang tua

Peran orang tua menjadi ujung tombak untuk bisa mengurangi tingkatbkecelakaan dalam berkendara. Pastikan anda sebagai orang tua selalu memperhatikan buah hati anda dalam urusan apapun. Janganlah sekali-kali memberikan ijin berkendara mengendarai kendaraansendiri.

3. Peran pemerintah daerah

Pemerintah daerah memiliki peran yang lebih pendting dibandingkan dengan pemerintah pusat. Karena pemerintah daerah akan jauh lebih dekat dan lebih mengetahui struktur masyarakat didalamnya. Sehingga segala kebijakan akan lebih mengena dibandingkan dengan peraturan yang dibuat oleh pemerintah pusat.

Sumber

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...