Miumi menyerahkan 8000 pernyataan sikap masyarakat tentang penolakan terhadap RUU kesetaraan gender kepada Pimpinan Rapat Komisi VIII di wakili oleh Ust.Zaitun.

Berikut poin-poin yang ditegaskan dalam pernyataan sikap MIUMI :

Secara substansial dan mendasar definisi “Gender” (pasal 1:1) bertentangan dengan ajaran Islam, dan karena itu, seluruh ketentuan yang terkait dengan definisi tersebut, tidak dapat dibenarkan, menurut ajaran Islam. Sebab, pembagian peran dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan dalam Islam TIDAK berdasarkan pada BUDAYA, tetapi berdasarkan WAHYU yang bersifat lintas zaman dan lintas budaya.
Makna “kesetaraan” dan “keadilan” dalam RUU ini (pasal 1:2 dan 3) pun bertentangan dengan ajaran Islam, sebab “kesetaraan” dan “keadilan” dalam Islam tidaklah berarti persamaan antara laki-laki dan perempuan dalam semua hal.
RUU-KKG (pasal 4) memberikan gambaran yang keliru dan berlebihan tentang kemajuan dan peran perempuan dalam pembangunan, sehingga memaksakan keterlibatan perempuan di ruang publik, di semua lembaga pemerintah dan non-pemerintah, dan mengecilkan makna peran perempuan sebagai Ibu Rumah Tangga dan pendidik anak-anak di rumah.
RUU KKG (pasal 67 dan 70) berpotensi besar untuk mengkriminalkan umat Islam yang karena keyakinan agamanya melakukan pembedaan peran, tanggung jawab, dan kewajiban antara laki-laki dan perempuan.
RUU-KKG tidak menyebutkan agama sebagai salah satu asasnya, dan karenanya dapat dikatakan bahwa RUU tersebut adalah produk liberalisme yang bertentangan dengan agama dan budaya yang dianut oleh masyarakat Indonesia.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...