Rabbi Menachem Froman dari pemukiman Tekoa menyampaikan rasa dukanya pada Rabu kemarin (5/5) untuk sebuah masjid di desa Lubban al-Sharqiya di Tepi Barat, bersama dengan utusan dari seluruh dunia.

"Pembakaran masjid, menurut halacha Yahudi, adalah sama dengan pembakaran rumah ibadat. Saya akan membawa lusinan pemukim untuk memperbaiki masjid yang telah dibakar," katanya.


"Merusak masjid sama saja dengan merusak rumah ibadat. Ini adalah apa yang saya pelajari dari seorang rabbi di masa muda saya dulu. Yudaisme menolak melakukan perusakan terhadap tempat-tempat suci, apa pun agamanya."

Froman, yang diundang untuk menghadiri pertemuan dengan Perdana Menteri Palestina Salam Fayyad, berbicara selama hampir satu jam. Dia mengatakan kepada semua yang hadir bahwa ia meyakini pada koeksistensi dan solusi dua-negara.

"Di negara Palestina pemukim Yahudi dan warga Arab akan hidup berdampingan. Seperti halnya ada 20% penduduk Israel yang merupakan warga Arab, dan akan ada 20% dari populasi Yahudi di Palestina dan hal ini akan menjadi jembatan bagi perdamaian," katanya.

Rabbi Froman kepada Ynet mengatakan, "Saya terkejut sewaktu mendapat undangan, karena Otoritas Palestina saat ini melakukan kampanye untuk melawan para pemukim, dan sekarang bahkan pekerja Palestina pekerja bekerja di permukiman."

Froman beralasan bahwa mungkin ia diundang untuk berbicara sebagai pesan harapan bagi negara Palestina. "Mereka mengerti bahwa negosiasi telah terhenti dan Amerika tidak membuat mereka berhasil menyelesaikan masalah ini, dan mungkin mereka benar-benar ingin membuka jalan baru," katanya.

Rabbi Froman juga menawarkan jamaahnya untuk membantu memperbaiki masjid. "Saya katakan kepada mereka saya tidak lebih pintar dari polisi dan saya tidak tahu siapa yang melakukannya. Mereka tentu yakin itu pembakaran dilakukan oleh pemukim Yahudi. Tapi saya jelaskan bahwa dalam beberapa kasus Yudaisme menentang tindakan pembakaran masjid dan setelah penyelidikan berakhir saya akan membawa lusinan peemukim Yahudi untuk membantu membangun kembali masjid yang tekah terbakar, "katanya.

Sementara itu, Perdana Menteri Palestina Salam Fayyad yang berkunjung ke desa tempat terjadinya pembakaran masjid pada Rabu kemarin (5/5) mengatakan pemerintahnya akan memperbaiki dan merenovasi masjid. Dalam kunjungan itu para penduduk mengatakan bahwa masjid itu dibakar oleh pemukim Yahudi.

Fayyad menyebut insiden tersebut sebagai aksi teror, dan mengatakan pemulihan masjid akan selesai pada akhir bulan.

Fayyad meminta komunitas global memberikan Palestina dengan perlindungan internasional dari kejahatan para pemukim': "Peningkatan dalam serangan teror oleh pemukim, bersamaan dengan perluasan permukiman di wilayah-wilayah yang diduduki, dan terutama di Yerusalem, membuktikan ancaman yang diajukan pada warga kami dan harta mereka dengan kebijakan penyelesaian, dan ini membuktikan pentingnya masyarakat internasional untuk melindungi rakyat kami, dan kami berharap masyarakat internasional melakukan hal tersebut." (fq/ynet)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...