Juru kamera Simon Fuller yang bekerja untuk Channel Nine, dipecat setelah dengan serampangan memanggil teroris kepada seorang tersangka kerusuhan Melbourne di luar Pengadilan Melbourne Magistrates.

Channel Nine sendiri yang mengumumkan keputusan itu pada siaran berita malamnya.

''Setelah (kasusnya) diselidiki, masa kerjanya berakhir,” pembaca berita Peter Hitchener mengatakan.

Direktur Channel Nine, Michael Venus mengatakan dia tak akan menambahkan apa-apa lagi.


Insiden Fuller menjadi sesuatu yang menggemparkan setelah rekamannya ditayangkan pada Media Watch Senin malam kemarin.

"Saya telah melihat rekaman itu sendiri, dan itu sangat mengganggu, dan sudah cukup bagi kami untuk mengambil tindakan," kata Venus kepada Neil Mitchell di Radio 3AW kemarin. "Saya harus menjelaskan, Neil, bahwa dia haru meminta maaf kepada ayah dan putranya segera setelah insiden itu.”

Fuller waktu itu mengambil gambar dari Omar Amr (19 tahun) dan ayahnya setelah remaja itu ditebus pada tanggal 1 April. Dia mengikuti mereka setelah sidang berakhir dan memfilmkan mereka. Omar dan ayahnya tentu saja Muslim.

Perselisihan dimulai ketika Fuller mengatakan sesuatu yang sangat kasar kepada ayah dan anak itu. Fuller bahkan kemudian menyebut Amr sebagai teroris keparat atau sejenisnya. Saat ini mereka yang namanya berbau Islam atau Arab memang selalu dicurigai dan dibenci di Negara-negara Barat, termasuk juga di Australia. Dan apa yang dikatakan oleh Fuller itu melewati batas. (sa/news.co.au)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...