Assalamualaikum w.b, nama saya soomat, umur saya 29 tahun, saya mempunyai istri yg umurnya beda 2 tahun dgn saya yakni 27 tahun, usia perkawinan saya denga dia sdh hampir memasuki angka 5 tahun dan dr perkawinan saya tersebut saya telah di karuniai seorang anak (perempuan) yg saat ini sdh berumur 4.5 tahun. Jujur awal dari pernikahan saya dgn istri saya adlah MBA, tp itu tdk berpengaruh krna memang dr awal saya sangat mencintai dan


menyayangi istri saya, trlebih lg anak perempuan saya yg sangat2 saya sayangi. Tetapi semuanya berubah total dalam 2.5 - 3 tahun terakhir, yg mana di awali dari pertengkaran antara istri saya dgn ibu saya, dan dari pertengkaran tersebut yg membuat istri saya sangat sakit hati dan tidak terima adalah kata2 ibu saya yg mengatakan bahwa saya berubah total sejak saya menikah dengan istri saya, memang saya akui sejak saya menikah dgn istri saya, saya benar2 seperti hidup di dunia lain dan lepas dari dunia yg selama ini saya kenal, selain kesibukan saya (pekerjaan yg kadang menghabiskan 6 hari / 7 hari full slama 1 minggu), sehinga waktu untuk keluarga/anak saya pun habis untuk pekerjaan, tetapi di satu sisi dari istri sayapun jg susah dan bahkan tidak mau untuk jika di ajak ke acara keluarga saya, memang saya akui keluarga besar saya sangatlah dekat sehingga mereka sering kali mengadakan acara2 keluarga, awalnya saya coba beri pengertian kepada keluarga saya dgn alasan tidak bisa datang karna harus bekerja, tapi lama2 mereka mulai berpikiran negatif terhadap istri saya, sampai akhirnya terjadilah pertengkaran tersebut, oleh sebab itulah kadang saya mengalah dan lbh memilih tuk diam/tidak pergi ke acara keluarga saya dgn resiko saya dan istri saya di bicarakan macam2 oleh keluarga besar saya, tp di situ pula dilema saya, karna info dr bapak saya ibu saya suka menangis ketika di tanya mana "saya" datang apa tidak, karna memang saya adlah anak pertama dan kata adik2 saya yg lain saya adalah anak kesayangan ibu saya, jujur.. karna harus mengalah saya sampai tidak menghadiri pemakaman nenek dan pakde saya yg mana yg mana jg sangat dekat dgn saya, dan jujur pula saya akhir2 ini seperti sengaja di jauhkan dr dunia lama saya, karna sering kali no hp dr teman2 lama saya atau salah sati keluarga saya ( tante, om dan lain2nya) hilang dr list contact hp saya scra misterius, tp di satu sisi jg kadang saya melihat faktor dari keluarga saya yg kurang mengerti keadaan dr pekerjaan saya, sperti contoh terakhir yg menyebabkan istri saya tersinggung, di bulan desember tahun 2008 saya lupa (memang saya tdk ingat) hari/tanggal ulang tahun pernikahan bapak dan ibu saya, cuma gara2 saya lupa mengucapkan "selamat ultah pernikahan" saja lngsung saya terima sms yg tdk enak dr bapak saya, yg mana dr sms tersebut membuat istri saya sangat tersinggung karna merasa tdk di anggap. Tapi dari semua kejadian2 tersebut, lama2 membuat lelah karna harus memilih anatar istri saya atau orang tua saya, yg mana kalo bisa saya pilih keduanya.. tp istri saya sangat2 susah untuk di ajak bersilaturahmi dg keluarga besar saya, tp dia blang kalo ktemu orang tua saya dia tdk ada masalah, tp itupun bukan tanpa kendala, selain faktor pekerjaan saya selain itu faktor jauhnya lokasi rumah dari orang tua saya jg berpengaruh krna skrang orang tua saya tinggal di daerah cilengsi - jawa barat, jd untuk pergi kesana benar2 menguras waktu dan tenaga (karna saya naik motor), jujur kalo saya pribadi saya tdk ada masalah, tp saya kasihan ma anak saya.. tp tdk mungkin pula jika saya pergi hanya sendiri atau hanya b2 dgn istri saya, karna mreka pasti mau melihat dr cucu mreka jg, tp kadang2 istri saya suka mengingatkan kapan mau pergi ke rumah orang tua saya, tp saat itu kebetulan momentnya saya sdng tdk bisa dan ketika saya sdng bisa dan saya ajak istri saya ada aja alesannya, inilah-itulah saya sndiri jadi heran sbenernya niat ga seh ke rumah orang tua saya, skrang malah niatnya nunggu mereka maen ke rumah adik saya yg ada di jakarta. saya benar2 bingung dgn keadaan ini trutama mau dr istri saya..?? karna dia sering blnag sekali2 telp dia tuk nanya kabar mantu dan cucunya, tp bgtu di telp ga di angkat2 atau jika ada saya telpnya langsung di kasih ke saya, sdngkan jika dia tahu mreka telp saya ke kantor (atau sewaktu saya kerja) dia jg marah2, sampai2 tiap ada telp dr keluarga saya saya langsung delete call listnya atau ketika mreka main ke kantor saya, saya jg sampai tdk memberitahu istri saya karna apa, karna saya sdh bosan ribut dgn dia karna masalah yg sama..!! Mohon bantuannya tuk solusi terbaik dr masalah yg saya hadapi saat ini, karna saya sdh bingung hrs bagaimana, jika pisah..?? saya tidak bisa membayangkan pisah dari anak saya, mungkin saat ini saya bertaha hanya untuk anak saya saja, karna sdh pusingnya saya dgn masalah istri saya dgn orang tua saya yg sepertinya tdk pernah ada solusinya. Atas perhatian, saya ucapkan Terima Kasih

soomat
Jawaban

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

Bapak Soomat yang dirahmati Allah swt,
Membentuk keluarga ternyata tak selalu berjalan mulus, seperti yang Anda alami, dan mungkin banyak keluarga lain. Saya berharap dalam keadaan bagaimanapun Anda tetap menunjukkan komitmen yang kokoh sebagai suami, yakni berusaha menjadi suami yang bertanggungjawab. Dalam situasi yang sulit mencari kerja saat ini, bersyukurlah bahwa Anda sudah bekerja, meskipun kesibukan Anda bekerja kemudian mengurangi frekuensi silaturrahim dengan keluarga besar. Namun saya berharap ini dapat Anda atasi dengan meningkatkan kualitas hubungan dengan mereka.
Bapak Soomat yang dirahmati Allah swt,
Tentang problem antara orangtua dengan istri, ini yang prioritas harus diselesaikan; baru kemudian dengan keluarga besar lainnya. Jadikan problem ini sebagai pembelajaran hidup. Anda dapat memandangnya dari perspektif yang positif. Apresiasilah niat baik dan harapan keluarga Anda dalam hal ini. Berhusnudhonlah atau berprasangka baik terhadap apa yang diharapkan mereka. Anggaplah ini sebagai hal positif bahwa orangtua ternyata masih begitu peduli, hal ini adalah niat baik yang besar dan dalam lubuk hati mereka, Pak. Keinginan mereka sebenarnya dilandasi oleh rasa kasih sayang pada istri dan keluarga Anda, namun komunikasi yang tidak lancar menjadi penghambat. Di sisi lain beri perhatian pada kebutuhan istri, dengarlah, dan janganlah karena menuruti keinginan keluarga besar malahan mengorbankan keluarga sendiri, ya Pak. Bersikaplah sebagai pihak yang dapat menengahi antara istri dan keluarga besar. Jadilah suami yang adil dan proporsional dalam bersikap.
Bapak Soomat yang dirahmati Allah swt,
Tentu saja sebagai sebuah keluarga Anda berkewajiban utama membangun keluarga yang penuh cinta kasih pada istri dan anak-anak, prioritaskan pada ikhtiar ini, Pak. Kalau untuk mencapai keluarga yang sakinah mawaddah warohmah ini ada hambatan yang muncul, maka evaluasilah dan selalu introspeksi. Bisa jadi hambatan muncul karena ada kesalahan pada orangtua atau mungkin istri Anda. Terkait istri, sebagai imam keluarga maka Anda punya kewajiban untuk mendidik istri dan membimbing pada pemahaman yang benar. Bimbinglah agar istri mengetahui kewajibannya setelah menikah, kewajiban pada Anda maupun keluarga besar. Namun di sisi lain Andapun harus memberi contoh yang baik bahwa Anda juga memperhatikan kepentingan istri dan memperhatikan keluarga istri. Bukankah pelajaran yang terbaik adalah melalui keteladanan? Kuatkan mental istri agar bersabar menerima permasalahan ini dan sertai pula dengan doa agar istri dibukakan hatinya untuk dekat pada keluarga besar Anda. Ajaklah istri pada forum pengajian, atau konsultasi dengan ustadz setempat agar istri Anda menjadi wanita shalihat dan dapat menerima keluarga suami serta siap hidup mendampingi suaminya dalam suka maupun duka.
Bapak Soomat yang dirahmati Allah swt.
Bisa jadi pemicunya juga berasal dari pihak keluarga besar Anda yang kurang mengerti kondisi istri; Anda dapat memberi mereka pengertian alasan-alasan yang secara teknis mempersulit kwantitas kunjungan Anda. Namun saat ini sarana telpon, sms, chatting, saya kira bisa menjadi penjembatan hubungan dengan keluarga besar agar tidak terputus. Sesekali sisihkan hadiah-hadiah kecil dengan dikirim melalui pos jika Anda kesulitan mengantarnya. Katakan bahwa hadiah ini dari istri Anda, karena berbohong untuk mendamaikan termasuk yang diperbolehkan. Insya Allah dengan penjelasan yang lembut namun tetap lugas, jujur dan penuh hormat maka orangtua dan keluarga besar Anda mau mengerti.
Tetap gantungkan harapan pada Allah swt karena Dialah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Tingkatkan ibadah pada-Nya, latihlah shadaqah meskipun tak seberapa, semoga menjadi sarana datangnya solusi pada keluarga Anda. Tetap istiqomah ya, Pak...! Jangan berpikir kalau ada masalah, maka perceraian selalu menjadi solusi terbaik. Yakinlah: ”inna ma’al ’ushri yusro”, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan..! amin.

Wallahu a’lam bish-shawab
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh
Bu Urba
Sumber: http://eramuslim.com/konsultasi/keluarga/diantara-istri-dan-orang-tua.htm

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...