Dalam beberapa pekan ini, Geissy Garruda menjadi sangat terkenal di Brasil. Adalah Universitas Bandeirante di Sao Bernardo do Campo, di São Paulo, mengatakan Arruda, 20, tidak menghormati "prinsip-prinsip etika dan martabat akademik dan moralitas". Arruda menjadi berita bulan lalu setelah menghadiri kuliah dengan mengenakan rok mini.




Video rekaman insiden itu, yang terjadi bulan lalu, telah diposting di YouTube dan disebarluaskan di jaringan Brasil. Ini menunjukkan keberadaannya dicela oleh ratusan mahasiswa lain. Arruda, sekarang sering muncul di televisi, mengatakan ia sedang berjuang untuk kembali ke kehidupan normal setelah insiden itu.

Universitas Bandeirante menyebutkan Arruda menghadiri kelas dengan "pakaian yang tidak memadai" dan memiliki sikap provokatif yang "tidak sesuai dengan lingkungan universitas." Dalam artikel "Tanggung Jawab Pendidikan," universitas itu telah memperingatkan Arruda untuk mengubah perilakunya. Lebih jauh universitas memutuskan untuk mengeluarkan dia setelah berbicara dengan mahasiswa, staf dan Arruda sendiri. Unviersitas menyebut bahwa Arruda telah “mengundang” mahasiswa lain.

Arruda mengatakan bahwa ia terkejut. "Saya adalah korban," katanya. "Bagaimana saya bisa dikeluarkan? Ini absurd." Arruda mengatakan ia mengetahui pengeluaran dirinya melalui media massa dan belum menerima pemberitahuan resmi.

Brazil saja, yang negaranya sangat sekuler bisa berbuat seperti ini: mengeluarkan mahasiswinya yang berpakaian tak patut. Bagaimana, negeri Muslim dan Arab? (sa/grdn)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...