Tragedi berdarah kembali menimpa pasukan AS. Seorang prajurit AS berpangkat mayor melakukan aksi penembakan secara membabibuta di basis militer Fort Hood di Texas, AS. Akibat penembakan itu 12 orang tewas dan 31 orang luka-luka.




Keterangan militer AS menyebutkan, prajurit itu adalah Mayor Nidal Malik Hassan, 39, asal Virginia yang sediakan akan ditugaskan ke Irak. Juru bicara Fort Hood, Letnan Jenderal Bob Cone mengatakan, Hassan terpaksa ditembak untuk menghentikan aksinya.

"Hassan masih hidup. Ia mengalami luka-luka, tapi kondisinya stabil dan dibawah penjagaan aparat militer," ujar Cone.

Sebelumnya, Hassan dilaporkan tewas, tapi seorang kolonel di basis militer itu, Kolonel Ben Darner mengatakan bahwa Hassan terkena empat tembakan dan dalam kondisi kritis.

Di kemiliteran, Hassan adalah seorang psikiatris. Menurut sepupunya bernama Nader Hassan, kerabatnya itu tidak mau dikirim dalam misi ke Irak. "Dia sampai menyewa jasa pengacara militer agar tidak ditugaskan ke Irak. Dia juga membayar uang pada pemerintah agar bisa keluar dari kemiliteran. Sepupu saya sudah melakukan berbagai cara," tukas Nader.

Rekan Hassan, pensiunan militer Kolonel Terry Lee mengatakan bahwa rekannya itu pernah dikirim ke Afghanistan. "Hassan berharap Obama menarik semua pasukan AS dari Afghanistan dan Irak dan ia sering beradu argumen dengan prajurit lainnya yang mendukung perang itu," ujar Lee.

Insiden penembakan yang terjadi di basis militer AS mengundang keprihatian Presiden AS, Barack Obama. Ia menyebut peristiwa itu sebagai "kekerasan yang mengerikan".

Ford Hood adalah salah satu basis militer AS terbesar di dunia dan menjadi tempat rehabilitasi para prajurit AS yang mengalami sindrom paska trauma setelah menjalankan penugasan di zona perang. (ln/prtv/aljz)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...