Media Dakwah Online Wahdah Islamiyah Luwuk Banggai
PERTANYAAN: 

Apa pendapat yang shahih dalam hukum shalat jenazah di dalam masjid?

JAWABAN:

Yang shahih bahwa tidak apa-apa melaksanakan shalat jenazah di dalam masjid; karena Nabi shallallohu 'alaihi wa sallam pernah menshalatkan Sahl bin Baidha' radhiyallahu 'anhu di dalam masjid. HR. Muslim, Kitab Al-Jana'iz, Bab ash-shalati Ala al-Jana'iz Fi al-Masjid (99) (973).

[Sumber: Fatwa-fatwa Lengkap Seputar Jenazah [Edisi Indonesia], Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, Disusun oleh Syaikh Fahd bin Nashir as-Sulaiman, Pustaka Darul Haq Jkt].

Sumber
Selengkapnya......
Label: , |
Media Dakwah Online Wahdah Islamiyah Luwuk Banggai
Di akhir Muktamar Umum Salafy yang digelar di Shan’a, Salafy Yaman mendeklarasikan berdirinya organisasi politik yang mereka beri nama dengan Ittihad Ar Rasyad Al Yamani, demikian lansir situs berita Yaman Sama Al Akhbariyah (14/3/2012).

Keputusan akhir muktamar yang dilaksanakan sejak hari Selasa lalu dan berakhir pada hari Rabu kemarin itu juga mengajak rakyat Yaman untuk mendukung dan bergabung dengan partai baru mereka.

Dialog dengan Al Qaida dan Pemberontak Syi’ah

Sedangkan situs berita harian Al Hayat (15/3/2012) menyampaikan bahwa bahwa para peserta Muktamar Salafy juga menyatakan akan mengikuti pemilu di masa mendatang dan mengajak dibangunnya dialog dengan Al Qaida dan gerakan Hautsiyun dari Syi’ah.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya bahwa seluruh faksi Salafy Yaman berkumpul di Ibukota Yaman untuk menghadiri muktamar umum dengan tema “As Salafiyun dan Aktivitas Perpolitikan” yang sejak awal memang bertujuan untuk membicarakan pembentukan partai politik. Sumber
Selengkapnya......
Label: , |
Media Dakwah Online Wahdah Islamiyah Luwuk Banggai
Data sensus terakhir menyebutkan hampir setengah penduduk India yang berjumlah 1,2 milliar orang tidak memiliki toilet di rumah mereka, tetapi lebih banyak yang memiliki telepon selular (ponsel).

Hanya 46,9% dari 246,6 juta rumah tangga yang memiliki jamban, sementara 49% orang memilih untuk buang air besar di tempat terbuka. Sementara 3,2 % menggunakan toilet umum. Sensus yang dilakukan 2011 lalu berdasarkan pada data jumlah rumah, rumah tangga dan aset menunjukan bahwa 63,2% rumah memiliki sebuah telepon.

 Analis data menunjukan bahwa bahwa jutaan orang memiliki akses terhadap teknologi dan ekonomi tetapi disisi lain banyak kelompok miskin yang bahkan tidak memiliki akses terhadap fasilitas dasar.

Sekitar 77% rumah di bagian timur negara bagian Jharkhand tidak memiliki fasilitas toilet, di Orissa 76,6% dan 75,8% di Bihar juga tidak memiliki sarana sanitasi, yaitu jamban. Tiga wilayah di India itu sebagian besar penduduknya hidup dengan biaya kurang dari stu dolar per hari.

"Buang air besar ditempat terbuka menjadi perhatian besar di negara yang hampir setengah penduduknya melakukan itu," kata Komisioner pencatat dan sensus dalam peluncuran data terakhir pada Selasa (13/3) lalu. "Budaya dan alasan tradisi serta minimnya pendidikan merupakan alasan utama dari praktek yang tidak higenis ini. Kami harus melakukan banyak hal," kata dia.

Data juga menunjukan bahwa penduduk India lebih banyak hidup bersama dengan beberapa keluarga dalam satu rumah, hanya 70% yang dihuni satu pasangan saja. Hasil sensus juga menunjukan perubahan bagaimana orang mendapatkan informasi dan hiburan. Lebih dari setengah penduduk yaitu 53,2% memiliki telepon genggam. Peningkatan jumlah rumah yang memiliki televisi juga meningkat 16%, dan radio justru turun 15%.

Data menunjukan bahwa 47,2% rumah tangga memiliki televisi dan hanya 19,9% yang memiliki radio. Sementara yang memiliki komputer dengan fasilitas internet sangat kecil hanya 3,1 % dari penduduk. Demikian lansir BBC (14/03/2012).* Sumber
Selengkapnya......
Label: , |
Media Dakwah Online Wahdah Islamiyah Luwuk Banggai
Ribuan masyarakat mengular untuk mendapatkan tiket konser Lady Gaga. Ditengah kemiskinan yang melanda, ternyata masyarakat Indonesia masih bisa menghabiskan uang jutaan rupiah demi menyaksikan artis panas tampil di panggung Indonesia. Menanggapi, fenomena tersebut, Wasekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Ustadz Fahmi Salim menyatakan ini sebagai bukti hilangnya sensitifitas iman di masyarakat kita.

“Karena sensitifitas iman sudah hilang, maka yang terjadi adalah pengacuhan dan pengabaian kemiskinan di sekitarnya.” Tegasnya kepada Eramuslim.com, Selasa (13/3) Realitas sosial ini, sambungnya, telah terkungkung pada hilangnya adab.

Ketika faktor moral hilang di masyarakat, maka mereka tidak lagi menjadikan agama sebagai pijakan. “Itulah realitas sosial kita yang terjebak pada lingkaran immoralitas dan hilangnya abad. Individu dan masyarakat sudah tidak berpedoman lagi kepada nilai agama dan moralitas dalam membuat pilihan dan tindakan,” sambungnya.

Karenanya, MIUMI menyerukan agar konser bintang panas Lady Gaga dibatalkan sebab tidak sesuai dengan nilai Islam dan kultur relijius masyarakat Indonesia. “MIUMI menghimbau konser itu dibatalkan karena bertentangan dengan moralitas Islam yang universal dan relijiusitas bangsa Indonesia yang luhur," pungkasnya. (Pz) Sumber
Selengkapnya......
Label: |
Media Dakwah Online Wahdah Islamiyah Luwuk Banggai
Imam dan Khatib di Masjidil Haram Syaikh Usamah Khayyat menghibur rakyat Suriah,yang saat ini di bawah penindasan rezim tirani Presiden Bashar Assad, dengan mengucapkan ayat-ayat Al-Qur'an yang mengatakan bahwa Allah SWT mengirimkan kemudahan segera setelah masa sulit berlalu.

Imam membuat komentar ini dalam menanggapi para jamaah shalat Jumat di Masjidil Haram, Jumat pekan lalu. "Jadi, pasti, dibalik kesulitan itu ada kemudahan," kata syaikh Usamah, mengutip sebuah ayat dari Al-Qur'an, menambahkan bahwa penderitaan mereka akan segera berakhir dan era baru perdamaian dan kemakmuran sedang menunggu mereka.

Syaikh Usamah Khayyar mengatakan ayat di atas dikutip merupakan janji untuk semua umat Islam yang beriman yang saat ini menderita bahwa rahmat Allah akan turun pada mereka jika saja mereka sabar, Saudi Press Agency melaporkan. Syaikh Usamah Khayyat juga menasehati umat Islam agar takut kepada Allah dan tidak kehilangan harapan dalam rahmat Allah.

Syaikh Khayyat mendesak masyarakat untuk meningkatkan permohonan mereka kepada Sang Mahakuasa terutama dengan doa seperti "Ya Allah, perluaskan hati saya dan buatlah keadaan menjadi mudah bagi saya." Ini adalah doa Nabi Musa yang dibuat ketika ia harus menghadapi Firaun seorang diri pada tahap awal misinya. Di Masjid Nabawi di Madinah, Imam dan Khatib Syaikh Shalah Al-Budair mengecam masyarakat internasional karena tidak mengambil tindakan efektif untuk menghentikan pertumpahan darah dan penderitaan di Suriah dan bagian lain di dunia.

"Apa yang dilakukan negara-negara yang mengklaim berusaha menjaga perdamaian dan memimpin dunia untuk memecahkan masalah negara yang mendekam dalam kemiskinan, buta huruf dan perpecahan?" tanya syaikh Al-Budair dalam khotbahnya untuk para jamaah. "Pemerintah yang memimpin badan-badan internasional tidak memiliki hati nurani yang mendorong mereka untuk mengakhiri perang dan bentrokan atau mengambil langkah untuk memastikan keadilan bagi mereka yang menjadi korban ketidakadilan, penyakit dan kelaparan di dunia," kata imam masjid nabawi tersebut.

Syaikh Al-Budair tidak berbasa-basi ketika ia mengatakan beberapa negara maju mengeksploitasi penderitaan umat Muslim sebagai sebuah kesempatan untuk memasarkan senjata yang sangat merusak. "Mereka bermain dengan masa depan bangsa muslim dan mereka tidak tersentuh oleh pembunuhan dan penyiksaan terhadap orang yang tak berdosa. Mereka hanya tertarik pada keuntungan dari kontrak dan penawaran senjata," kata syaikh.

Dia juga menyalahkan kekuatan-kekuatan dunia yang menciptakan perpecahan dan perang di negara-negara miskin untuk melindungi kepentingan mereka.(fq/arabnews) Sumber
Selengkapnya......
Label: |
Media Dakwah Online Wahdah Islamiyah Luwuk Banggai
Pemerintah berencana menyatukan wilayah waktu Indonesia yang sekarang ini dibagi menjadi tiga zona waktu, yaitu Waktu Indonesia bagian Barat (WIB), Tengah (Wita), dan Timur (WIT). Rencananya, pemerintah akan memakai Wita sebagai patokan. Hal ini dilakukan, di antaranya, demi efisiensi birokrasi dan peningkatan daya saing ekonomi.

"(Penyatuan waktu) untuk (peningkatan) national productivity yang tadinya kita hanya 190 juta penduduk yang jamnya sama (dalam zona WIB) sekarang 240 juta penduduk," sebut Edib Muslim, Kadiv Humas dan Promosi KP3EI (Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia), dalam workshop internalisasi MP3EI kepada insan pers, di Bogor, Sabtu (10/3/2012). Sekarang ini, Indonesia terbagi dalam tiga zona waktu. Selisih antara zona waktu yakni satu jam.

Ini dinilai pemerintah tidak efektif, misalnya, dalam waktu dagang antara dunia usaha di zona WIT dan WIB. Perhitungan KP3EI, jika jam transaksi perdagangan umum di Jakarta dimulai pukul 09.00 WIB dan berakhir pukul 17.00 WIB, maka waktu efektif berdagang antara dunia usaha di WIT dan WIB hanya 4 jam. Oleh karena itu, kata Edib Muslim, penyatuan waktu dilakukan demi mendorong peningkatan kinerja birokrasi dari Sabang hingga Merauke. Hal yang menjadi bagian dalam kerangka kerja KP3EI ini juga dimaksudkan untuk mendorong daya saing bangsa dalam hal sosial-politik, ekonomi, hingga ekologi.

Perhitungan KP3EI, dengan samanya ruang waktu yang berpatokan pada GMT+8 (Wita) maka masyarakat yang berada di kawasan tengah dan timur Indonesia bisa mempunyai ruang transaksi yang lebih banyak untuk bertransaksi dengan masyarakat di kawasan barat Indonesia. Edib menambahkan, GMT+8 dipilih pemerintah dengan alasan sebagai tengah-tengah antara WIB dan WIT. Namun, mengenai hal ini, pemerintah masih akan membicarakannya lebih lanjut. "GMT+8 adalah menyampaikan Indonesia menjadi satu waktu," pungkas Edib. Sumber
Selengkapnya......
Label: |
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...